Brilio.net - Pantun romantis nyeleneh ala bapak-bapak Facebook memang punya daya tarik unik karena terdengar absurd tapi tetap bikin baper. Setiap baris biasanya menggabungkan humor simpel dengan ungkapan cinta, sehingga terasa santai, ringan, dan gampang dinikmati. Cara penyampaiannya yang konyol justru membuat hati tersenyum, tersentuh, dan sering membuat orang merasa hangat tanpa terasa dipaksakan.
Meski terdengar aneh atau lebay, pantun-pantun ini efektif bikin mood jadi lebih ceria. Satu baris yang gokil tapi manis bisa langsung bikin hati berbunga-bunga, menambah keakraban, dan membuat interaksi lebih menyenangkan. Pantun nyeleneh ini cocok untuk chat santai, dibagikan di media sosial, atau sekadar hiburan ringan di tengah rutinitas sehari-hari, membuat hari terasa lebih hangat, penuh tawa, dan meninggalkan kesan manis yang susah dilupakan.
BACA JUGA :
50 Pantun tebak-tebakan cinta penuh gombal, receh tapi bikin klepek-klepek
Kata-kata motivasi kerja keras untuk diri sendiri ini mengingatkan pentingnya konsistensi, kesabaran, dan semangat dalam menghadapi tuntutan hidup. Setiap usaha, sekecil apa pun, punya arti dan bisa menjadi pijakan untuk bangkit dan tetap fokus, membuat hati lebih kuat dan langkah lebih mantap. Berikut 100 kata-kata motivasi kerja keras untuk diri sendiri, penguat hati di tengah tuntutan hidup, dihimpun brilio.net dari berbagai sumber Jumat (2/1).
Pantun nyeleneh ala bapak-bapak Facebook, absurd tapi bikin hati meleleh
foto: freepik.com
BACA JUGA :
50 Pantun penutup presentasi kocak 2 baris, dijamin audiens ketawa di akhir sesi
1. Pergi ke warung beli tahu,
Tak lupa beli es batu.
Kalau kamu dekat aku,
Hidup sederhana terasa satu.
2. Pagi hari menyapu halaman,
Daun gugur dikumpulkan rapi.
Walau wajah bapak pas-pasan,
Sayangku padamu tulus dari hati.
3. Beli gorengan tiga biji,
Dimakan panas di teras rumah.
Kalau kamu tersenyum begini,
Capek kerja langsung runtuh sudah.
4. Pergi ke pasar naik motor,
Motornya mogok di tengah jalan.
Kalau kamu bilang rindu jujur,
Hati bapak langsung kebablasan.
5. Masak mie pakai telur,
Telurnya pecah kena lantai.
Cintaku padamu gak pernah luntur,
Walau dompet sering ikut santai.
6. Minum kopi di pagi hari,
Kopinya pahit tanpa gula.
Kalau kamu ada di sini,
Hidup pahit terasa biasa.
7. Pergi mancing bawa pancing,
Dapat ikan kecil sekali.
Kalau kamu duduk di samping,
Hati bapak penuh lagi.
8. Nyuci motor hari Minggu,
Bajunya basah semua.
Kalau kamu bilang “aku tunggu”,
Lelah bapak langsung reda.
9. Beli sendok di toko lama,
Disimpan rapi dalam laci.
Kalau kamu selalu setia,
Hati bapak adem tiap hari.
10. Pergi ke kebun petik pepaya,
Pepayanya jatuh ke tanah.
Kamu itu sederhana saja,
Tapi bikin hati betah.
11. Masak nasi lupa airnya,
Nasi kering di panci tua.
Kalau kamu sudah di dada,
Salah kecil terasa lucu saja.
12. Pergi kerja naik sepeda,
Rantainya lepas di tikungan.
Kalau kamu selalu ada,
Masalah hidup terasa ringan.
13. Beli kopi di pinggir jalan,
Diminum sambil duduk santai.
Kalau kamu jadi tujuan,
Bapak gak mau ke mana-mana lagi.
14. Pagi hujan sore mendung,
Jemuran basah semua.
Kalau kamu senyum melengkung,
Hati bapak cerah seketika.
15. Pergi ke taman melihat cemara,
Anginnya sejuk menyapa wajah.
Selama kamu masih percaya,
Bapak kuat jalani hidup yang payah.
16. Beli roti isi cokelat,
Dimakan hangat di dapur.
Kalau kamu bilang aku hebat,
Bapak senyum sampai tidur.
17. Main layangan di lapangan,
Putus benangnya kena pohon.
Kalau kamu sudah pegangan tangan,
Bapak lupa umur dan aturan.
18. Merebus air pakai panci,
Apinya kecil biar sabar.
Kalau kamu tetap di sini,
Segala lelah terasa wajar.
19. Pergi ke sawah lihat padi,
Padinya kuning siap dituai.
Kalau kamu setia di sisi,
Hidup susah pun siap dilalui.
20. Beli sayur ke warung depan,
Pulangnya bawa gorengan.
Kalau kamu jadi pasangan,
Bapak siap hidup sederhanaan.
21. Masak sayur pakai wortel,
Wortelnya besar satu biji.
Kalau kamu selalu setia betul,
Hati bapak tenang tiap hari.
22. Naik kereta ke kota seberang,
Duduk tenang dekat jendela.
Kalau cinta kita seimbang,
Hidup sederhana terasa sempurna.
23. Pagi hari menyiram tanaman,
Daunnya segar kena cahaya.
Kalau kamu tetap menemani perjalanan,
Hidup bapak terasa lebih bermakna.
24. Pergi belanja beli panci,
Pancinya licin hampir jatuh.
Kalau kamu selalu di sisi,
Hidup bapak terasa utuh.
25. Menutup hari sambil berdoa,
Lampu redup di ruang tamu.
Kalau cinta kita sederhana saja,
Bapak yakin bisa sampai tua bersamamu.
Pantun receh ala bapak-bapak Facebook, bikin mood naik
foto: freepik.com
26. Pergi pagi beli lontong,
Disiram kuah di pinggir kali.
Kalau kamu masih senyum doang,
Mood bapak naik berkali-kali.
27. Nyeduh kopi lupa disaring,
Ampas naik ke ujung lidah.
Kalau kamu ketawa miring,
Capek bapak langsung pindah.
28. Pergi keluar pakai sandal,
Kiri kanan beda rupa.
Kalau kamu tetap kenal,
Bapak tenang apa adanya.
29. Bangun pagi cari kacamata,
Ternyata nyangkut di kepala.
Kalau kamu bilang tak apa,
Masalah kecil jadi biasa.
30. Pergi sore beli pisang,
Pulangnya mampir lihat awan.
Kalau kamu tetap tenang,
Hati bapak ikut nyaman.
31. Masak pagi bau bawang,
Asap tipis naik ke atap.
Kalau kamu tak banyak larang,
Rumah kecil terasa mantap.
32. Pergi mancing bawa ember,
Pulangnya cuma cerita basi.
Kalau kamu masih sabar denger,
Bapak bahagia tanpa prestasi.
33. Nyuci motor kena hujan,
Sabun hilang terbawa air.
Kalau kamu tetap senyuman,
Hari ribet jadi cair.
34. Pergi belanja lupa dompet,
Balik lagi sambil nyengir.
Kalau kamu tak ikut nyinyir sedikit,
Bapak sayang makin serius.
35. Bangun siang kesiangan kerja,
Alarm bunyi tak terdengar.
Kalau kamu masih percaya,
Bapak berjuang jadi lebih benar.
36. Beli es teh kurang gula,
Rasanya hambar di lidah.
Kalau kamu ada di muka,
Suasana langsung ramah.
37. Pergi ke kebun lihat cabai,
Kecil-kecil rasanya pedas.
Kalau kamu tak banyak tuntut tinggi,
Hidup bapak terasa pas.
38. Pagi cerah membuka tirai,
Teh hangat mengepul di meja.
Kalau kamu masih mau menemani,
Hari berat terasa lega.
39. Pergi sore lihat mentari,
Langit jingga perlahan redup.
Kalau kamu duduk di sini,
Hati bapak ikut hidup.
40. Pergi ke toko beli sabun,
Sabunnya wangi bunga kenanga.
Kalau kamu masih nyambung diajak ngelawak pun,
Bapak betah apa adanya.
41. Duduk sore di kursi bambu,
Angin pelan datang bertamu.
Kalau kamu tetap sabar menunggu,
Bapak kuat hadapi waktu.
42. Pergi pagi naik sepeda,
Rantainya bunyi krek-krek pelan.
Kalau kamu tetap setia,
Langkah bapak lanjut perlahan.
43. Nyapu halaman penuh daun,
Dikumpulkan satu per satu.
Kalau kamu mau ikut turun,
Masalah berat jadi ringan selalu.
44. Pergi ke warung beli rokok,
Uangnya pas tanpa kembalian.
Kalau kamu tak banyak omel besok,
Bapak senyum seharian.
45. Pergi jauh menembus hujan,
Sepatu basah tak dipeduli.
Kalau kamu tak suka tuntutan,
Hidup tenang mudah dijalani.
46. Pergi sore duduk di teras,
Angin pelan menyentuh dada.
Kalau kamu masih mau ngobrol bebas,
Hati bapak jadi lega.
47. Cari remote sampai dapur,
Ternyata nyelip di sofa.
Kalau kamu tak ikut nyindir berlebihan,
Rumah penuh tawa.
48. Pergi pagi beli bubur,
Buburnya dingin kena angin.
Kalau kamu masih sabar dan jujur,
Bapak siap jalan barengin.
49. Membersihkan kaca jendela,
Debu tipis jatuh perlahan.
Kalau kamu terima apa adanya,
Rumah kecil jadi impian.
50. Menutup hari tanpa pesta,
Hanya doa sebelum tidur.
Kalau kamu tetap setia,
Bapak siap tua dengan jujur.
Penulis: Magang/Aji setyawan