Profil Sabrang Letto, anak Cak Nun yang dilantik jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
  1. Home
  2. »
  3. Serius
19 Januari 2026 06:10

Profil Sabrang Letto, anak Cak Nun yang dilantik jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Sabrang, yang lebih dikenal publik sebagai vokalis grup band Letto, memiliki latar belakang yang sangat multidimensi. Agustin Wahyuningsih
foto: Instagram/@sabrangmdp_official

Brilio.net - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melantik Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Neo Letto, sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Neo Letto merupakan anak budayawan dan cendekiawan muslim Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Bukan hanya Neo Letto, pada momen itu, Sjafrie sebagai Ketua Harian DPN ini juga melantik 11 tenaga ahli lainnya, pada Kamis (15/1).

BACA JUGA :
Daftar Bansos Kemensos 2026: Syarat, besaran dana, dan cara cek penerima lewat HP


foto: Instagram/@kemhanri

Selain Sabrang, nama Frank Hutapea yang merupakan putra dari pengacara Hotman Paris juga turut dilantik. Keduanya menempati posisi sebagai Tenaga Ahli Madya, sebuah jabatan yang secara struktur birokrasi setara dengan pejabat eselon II.

Profil dan Rekam Jejak Sabrang Mowo Damar Panuluh

Sabrang, yang lebih dikenal publik sebagai vokalis grup band Letto, memiliki latar belakang yang sangat multidimensi, mulai dari akademisi sains hingga praktisi teknologi digital.

BACA JUGA :
Penampakan 'gunung' uang Rp6,62 T sitaan Kejagung yang penuhi pintu gedung, diserahkan ke pemerintah

1. Latar Belakang Pendidikan di Kanada

Masa kecil Sabrang sempat di Lampung dengan menempuh pendidikan di SD 1 Yosomulyo dan SMP Xaverius Metro. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat pertama, ia kembali ke Yogyakarta dan bersekolah di SMU 7 Yogyakarta.

Minat akademisnya yang tinggi membawa Sabrang ke Kanada pada tahun 1997. Ia berkuliah di Universitas Alberta dan berhasil menyelesaikan studi di dua bidang yang menuntut presisi logika tinggi, yaitu matematika dan fisika.

2. Praktisi Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Sabrang Letto Tenaga Ahli DPN
foto: citcom.indonesia via Instagram @sabrangmdp_official

Beberapa tahun terakhir, Sabrang aktif sebagai praktisi dan pakar kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Melalui berbagai platform media sosial, ia sering membagikan pengalamannya sebagai narasumber terkait pemanfaatan AI. Fokusnya mencakup pengembangan strategi bisnis, efisiensi kampanye pemilu, hingga analisis dampak AI terhadap kemajuan nasional Indonesia.

3. Pemerhati Sosial dan Budaya di Kancah Internasional

Sabrang Letto Tenaga Ahli DPN
foto: indonesianmoscow via Instagram @sabrangmdp_official

Sebagai putra Cak Nun, Sabrang mewarisi kedalaman berpikir dalam isu sosial dan filsafat. Ia aktif mengisi berbagai seminar literasi dan berdiskusi mengenai kebijakan publik serta pengembangan diri melalui kanal YouTube pribadinya.

Kapasitasnya diakui hingga ke mancanegara. Sabrang tercatat pernah menjadi pembicara dalam forum internasional, seperti Forum Multipolar dan Kongres Russophile yang berlangsung di Lomonosov Cluster Center, Universitas Negeri Moskow, Rusia, pada Februari 2024 lalu.

4. Penulis Buku dan Pemikir Relasi Sains-Agama

Sabrang Letto Tenaga Ahli DPN
foto: Noura via Instagram @sabrangmdp_official

Pada Agustus 2025, Sabrang merilis sebuah buku berjudul “Sebelum Cahaya”. Buku yang ditulis bersama Abu Marlo ini menjadi refleksi dari pemikiran kritisnya. Di dalamnya, ia mengulas titik temu antara agama dan sains yang seringkali dianggap bertolak belakang oleh sebagian orang.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa tugas utama seorang Tenaga Ahli Madya di Dewan Pertahanan Nasional?

Tenaga Ahli Madya bertugas memberikan analisis strategis, pertimbangan teknis, dan masukan inovatif kepada pimpinan DPN terkait isu pertahanan negara sesuai bidang keahlian masing-masing.

2. Bagaimana relevansi keahlian matematika dan fisika dalam bidang pertahanan?

Logika matematika dan fisika sangat krusial dalam pengembangan teknologi pertahanan modern, seperti sistem persandian (kriptografi), analisis data balistik, hingga pemodelan strategi pertahanan berbasis data.

3. Apa itu Dewan Pertahanan Nasional (DPN)?

DPN adalah lembaga yang berfungsi membantu Presiden dalam menetapkan kebijakan umum pertahanan negara serta memberikan pertimbangan mengenai pengerahan kekuatan TNI.

4. Apa yang dimaksud dengan kesetaraan Eselon II untuk Tenaga Ahli Madya?

Artinya, posisi tersebut memiliki hak administratif, fasilitas, dan tanggung jawab yang setara dengan tingkat Direktur atau Kepala Biro dalam struktur kementerian atau lembaga pemerintah.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags