- Rumah modular BRIN dibangun sejak 2021
- Ada teknologi panel Sandwich EPS pada konstruksinya
- Prototipe tetap berdiri, bangunan di sekitar mengalami kerusakan
- Generasi berikutnya memakai rubber bearing seismic
- BRIN dorong teknologi rumah tahan gempa untuk rekonstruksi
- BRIN tidak memproduksi rumah secara massal
Brilio.net - Tiga rumah modular tahan gempa milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berdiri setelah wilayah tersebut diguncang gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Ketiga bangunan tersebut merupakan prototipe rumah cepat bangun yang dikembangkan BRIN untuk kawasan dengan risiko gempa tinggi. Bangunan itu juga difungsikan sebagai rumah dinas guru SD Negeri Rangko.
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Hasil pemantauan pascagempa menunjukkan tidak ditemukan kerusakan struktural pada dinding, kolom, maupun fondasi ketiga rumah tersebut. Namun, laporan BRIN mencatat terdapat kerusakan bersifat kosmetik berupa sebagian keramik dinding kamar mandi yang terlepas dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS dan pecah akibat guncangan.
Rumah modular BRIN dibangun sejak 2021
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Ketiga rumah di Dusun Rangko dibangun pada 2021–2022 sebagai bagian dari pengembangan teknologi konstruksi tahan gempa. Pengembangan teknologi tersebut sebelumnya dirintis oleh BPPT dan kemudian dilanjutkan BRIN setelah integrasi lembaga-lembaga riset.
Teknologi rumah modular ini dikembangkan sebagai salah satu pendekatan konstruksi untuk wilayah yang memiliki risiko kegempaan tinggi. Pengembangannya sendiri telah dilakukan sejak 2019 melalui sejumlah prototipe di beberapa daerah.
Selain tiga unit di NTT, pengembangan sebelumnya mencakup dua unit rumah di Kabupaten Tangerang serta prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada 2021.
Perekayasa Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto, mengatakan konstruksi rumah tersebut memang dirancang untuk menghadapi kondisi wilayah yang rawan gempa.
“Rumah-rumah ini dirancang khusus dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah rawan bencana seperti NTT. Hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang kami terapkan mampu melindungi struktur bangunan, dan yang terpenting, melindungi keselamatan penghuninya, bahkan saat diguncang gempa sebesar ini,” ujar Vian melalui pesan tertulisnya, Senin (17/8/2026), dilansir brilio.net dari laman brin.go.id, Jumat (21/8/2026).
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Ada teknologi panel Sandwich EPS pada konstruksinya
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Rumah modular tersebut menggunakan teknologi panel Sandwich EPS (Expanded Polystyrene) dan sistem penyambungan modular. Konstruksi ini menjadi bagian dari rancangan teknologi yang dikembangkan untuk menghasilkan bangunan dengan respons yang lebih baik terhadap guncangan gempa.
Meski kondisi ketiga prototipe di lapangan menunjukkan struktur yang tetap baik, BRIN belum menjadikan hasil tersebut sebagai satu-satunya dasar validasi teknis.
Lembaga tersebut masih akan melakukan pengujian lanjutan di laboratorium untuk memperoleh validasi teknis terhadap kinerja konstruksi.
Pengujian direncanakan menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di Laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur. Metode pengujian skala laboratorium tersebut telah dipersiapkan dan direncanakan dilakukan pada 2026.
“Gempa besar yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi ujian lapangan bagi teknologi tersebut,” tambah Vian.
Prototipe tetap berdiri, bangunan di sekitar mengalami kerusakan
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Dokumentasi kondisi bangunan per 16 Agustus 2026 yang tercantum dalam laporan BRIN memperlihatkan kondisi terkini ketiga prototipe rumah tersebut.
Pada lokasi yang berdekatan, dokumentasi juga memperlihatkan bangunan SD Rangko mengalami kerusakan struktur akibat gempa. Kondisi ini menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam evaluasi kinerja prototipe rumah modular BRIN.
Meski demikian, hasil lapangan tersebut tidak berarti ketiga rumah sama sekali tidak mengalami kerusakan. BRIN mencatat adanya kerusakan kosmetik pada sebagian keramik dinding kamar mandi yang terlepas dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS dan pecah akibat guncangan.
Perbedaan antara kerusakan struktural dan kerusakan kosmetik menjadi penting dalam membaca hasil pemantauan pascagempa. Ketahanan struktur bangunan tidak hanya dinilai dari ada atau tidaknya perubahan pada tampilan permukaan.
Generasi berikutnya memakai rubber bearing seismic
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
BRIN juga telah mengembangkan penyempurnaan pada teknologi rumah modular tahan gempa generasi kedua. Salah satu penambahannya adalah rubber bearing seismic, komponen yang dirancang untuk membantu meredam dampak getaran gempa pada struktur.
Teknologi tersebut merupakan hasil penelitian Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN dengan memanfaatkan karet alam atau polimer elastis sebagai bahan dasarnya.
“Rubber bearing seismic bekerja dengan memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi,” jelas Vian.
Teknologi ini menjadi salah satu bentuk pengembangan lanjutan setelah BRIN melakukan evaluasi terhadap prototipe rumah modular yang telah dibangun sebelumnya.
BRIN dorong teknologi rumah tahan gempa untuk rekonstruksi
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Hasil pemantauan terhadap tiga rumah di Labuan Bajo selanjutnya didorong menjadi bahan masukan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan rumah warga terdampak dengan tetap memperhatikan standar konstruksi tahan gempa.
BRIN juga mendorong model rumah tahan gempa yang telah dikembangkan dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki risiko gempa. Penerapan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keselamatan hunian sekaligus mengurangi potensi kerusakan bangunan ketika terjadi gempa berikutnya.
Selain teknologi konstruksi, BRIN menilai mitigasi bencana perlu diperkuat melalui kebijakan. Salah satu rekomendasi dalam laporan adalah memasukkan edukasi mitigasi bencana dan standar bangunan tahan gempa ke dalam kebijakan perumahan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan kembali setelah bencana tidak hanya berfokus pada penggantian rumah yang rusak. Aspek ketahanan terhadap potensi bencana berikutnya juga perlu menjadi bagian dari perencanaan.
BRIN tidak memproduksi rumah secara massal
rumah tahan gempa BRIN
© 2026 /Instagram/@brin_indonesia; brin.go.id
Ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan teknologi ini. BRIN menjelaskan melalui akun Instagram resminya bahwa lembaga tersebut tidak memproduksi rumah tahan gempa tersebut secara massal.
BRIN menyebut hasil riset tersebut dikembangkan melalui skema lisensi dan kerja sama dengan mitra industri.
Artinya, prototipe yang tetap berdiri setelah gempa M7,7 menjadi bagian dari proses pengembangan dan evaluasi teknologi, bukan berarti BRIN memproduksi dan menjual rumah tersebut secara massal kepada masyarakat.
Hasil pengujian lapangan dan rencana validasi laboratorium selanjutnya akan menjadi bagian dari evaluasi pengembangan teknologi rumah modular tahan gempa yang telah dilakukan BRIN dalam beberapa tahun terakhir.
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- Pemilik toko di Reo Manggarai tetap buka pasca gempa untuk bantu warga: Bukan saya mau cari untung
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- Solidaritas Sumbar untuk NTT, 5 ton rendang disiapkan bagi warga terdampak gempa
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- Marion Jola hingga Andovi da Lopez galang donasi untuk korban gempa NTT
- Gempa M 7,7 guncang NTT, kenali Sesar Naik Busur Belakang Flores yang jadi pemicu
- Presiden Prabowo berduka atas gempa NTT M 7,7, kirim 3.500 prajurit dan 50.000 paket sembako
- Korban gempa NTT M 7,7, ibu dan bayi ditemukan meninggal berpelukan di bawah reruntuhan









