Arsitektur masjid yang dibangun Keraton Yogyakarta ini sebagian masih menyisakan ciri khas masjid keraton pada masa itu. Pilar-pilar penyangga masjid tampak minimalis, hanya ada sedikit goresan motif ukiran. Lantai masjid dulunya berwarna hitam, kini hanya digantikan keramik putih polos. Kemudian terdapat bedug tua berumur sekitar 116 tahun yang berada di sayap utama serambi masjid. Masjid ini memiliki luas kurang lebih 200 meter persegi.
Fungsi dan keunikan Masjid Pathok Dongkelan.
foto: brilio.net/Feni Listiyani
Salah satu fungsi Masjid Pathok Nagari adalah sebagai benteng pertahanan. Masjid ini juga berfungsi sebagai pemberi tanda jika ada serangan dari musuh.
Keunikan masjid pathok terlihat dari bentuk arsitekturnya. Pertama, atap tumpang atau bertingkat yang melambangkan roh atau hakikatnya amal perbuatan manusia. Kedua, soko guru berukuran besar yang berada di tengah ruangan untuk menopang atap. Ketiga, undakan yang memiliki arti tahapan proses mencapai pengampunan Allah.
Selain digunakan untuk tempat ibadah, masjid ini juga digunakan untuk beberapa acara masyarakat sekitar. Di antaranya sebagai tempat acara pernikahan, rapat RT/RW sekitar, pengajian, serta kegiatan wisata religi di area masjid dan makam.
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- Bangsal Sri Manganti, bangunan sejarah berarsitektur nuansa Jawa unik
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- Ekowisata Sungai Mudal, swadaya dari warga untuk warga
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- Mbulak Wilkel, wisata kuliner dengan pemandangan asri yang lagi viral
- Kongkow sore sambil menikmati view Pegunungan Menoreh
- 10 Momen Al Ghazali & Dul jelajah Jogja, gowes nikmati suasana kota


