Lelah hadapi erupsi 4 tahunan, ibu di Lumajang minta Gunung Semeru dipindahkan
  1. Home
  2. »
  3. Serius
15 Januari 2026 10:10

Lelah hadapi erupsi 4 tahunan, ibu di Lumajang minta Gunung Semeru dipindahkan

Sang ibu, yang mengaku sebagai warga asli daerah tersebut, menceritakan pengalamannya menghadapi erupsi. Agustin Wahyuningsih
foto: TikTok/@tni_in_action

Brilio.net - Sebuah potongan video viral di media sosial memperlihatkan percakapan polos antara seorang ibu warga Lumajang dengan petugas TNI di lokasi terdampak erupsi. Dalam obrolan tersebut, sang ibu mengungkapkan kelelahannya karena harus menghadapi terjangan lahar dan abu vulkanik yang terjadi hampir setiap empat tahun sekali.

"Coba dipindah sama Bapak itu gunung itu ke mana gitu, biar saya aman di sini. Sekali-sekali masa empat tahun sekali harus begini," ujar sang ibu pada 11 Januari 2026 lalu kepada petugas dikutip brilio.net dari TikTok @tni_in_action, Kamis (15/1).

BACA JUGA :
Kemenhut menyangkal larangan penggunaan drone di TN Bromo Tengger Semeru karena temuan ladang ganja


Pernyataan ini pun mengundang beragam reaksi dari warganet, mulai dari tawa hingga rasa empati.

Kelelahan Warga Lereng Semeru Menghadapi Bencana

Sang ibu, yang mengaku sebagai warga asli daerah tersebut, menceritakan pengalamannya menghadapi erupsi. Ia sempat mengira kondisi sudah aman setelah erupsi sebelumnya, namun ternyata bencana kembali datang dalam siklus empat tahunan.

Ia juga menceritakan momen mencekam saat harus menyelamatkan diri.

BACA JUGA :
Heboh temuan ladang ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, letaknya sangat tersembunyi

"Kalau cuma saya bawa lari sama kaki ini ya sudah tidur saya sama lavanya. Wong lavanya sama saya yang lari, cepetan lavanya," tuturnya menggambarkan kecepatan aliran lava yang hampir mengejarnya. Akibat kejadian tersebut, sebuah sepeda motor miliknya bahkan sempat tenggelam tertimbun material erupsi.

Ibu-ibu Minta Semeru Dipindah
foto: TikTok/@tni_in_action

Dialog Polos di Tengah Lokasi Terdampak

Petugas TNI yang berada di lokasi pun menanggapi permintaan tersebut dengan nada bercanda. Ia berkelakar bahwa sempat ada niatan untuk "menutup" lubang gunung dengan semen, namun ukuran lubang yang terlalu besar membuat niat itu tidak terlaksana.

Sang ibu menyahuti candaan tersebut dengan realistis bahwa semen sebanyak apa pun tidak akan cukup untuk menutup gunung.

"Se-Indonesia semen itu aja dibawa ke sini nggak dapat separuhnya," balas si ibu.

Meskipun disampaikan secara bercanda, dialog ini memperlihatkan sisi pahit kehidupan warga yang harus berdamai dengan risiko tinggal di kawasan rawan bencana.

Ibu-ibu Minta Semeru Dipindah
foto: TikTok/@tni_in_action

Pentingnya Mitigasi dan Edukasi Kebencanaan

Fenomena viralnya video ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya pemahaman risiko tinggal di wilayah rawan erupsi. Diperlukan sinergi yang terus-menerus dalam upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan agar keselamatan warga di lereng gunung tetap terjaga, mengingat siklus bencana yang bisa kembali sewaktu-waktu.

FAQ Seputar Erupsi Gunung

1. Apa yang dimaksud dengan siklus erupsi 4 tahunan?

Istilah ini merujuk pada pengamatan warga lokal terhadap frekuensi erupsi besar Gunung Semeru yang dirasakan sering terjadi dalam rentang waktu tersebut, meski secara vulkanologi jadwal erupsi tidak bisa dipastikan secara eksak.

2. Apa itu aliran lahar yang diceritakan warga dalam video?

Lahar adalah aliran material vulkanik berupa campuran batu, pasir, dan kerikil yang terbawa air hujan atau meleleh akibat panas, yang memiliki kecepatan tinggi dan daya rusak besar.

3. Mengapa warga tetap memilih tinggal di kawasan rawan bencana lereng gunung?

Banyak warga adalah penduduk asli yang menggantungkan hidup pada kesuburan tanah vulkanik, ikatan emosional sebagai tempat lahir, serta faktor ekonomi yang membuat relokasi tidak selalu mudah dilakukan.

4. Bagaimana cara mengetahui status aktivitas Gunung Semeru secara resmi?

Masyarakat dapat memantau aplikasi Magma Indonesia atau laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mendapatkan data terkini status level aktivitas gunung api.

5. Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat terdengar peringatan erupsi?

Segera mengikuti jalur evakuasi yang telah ditetapkan oleh BPBD dan pihak berwenang, menjauhi daerah aliran sungai, serta menggunakan masker untuk melindungi pernapasan dari abu vulkanik.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags