Brilio.net - Buat kamu yang tinggal di area terdampak abu vulkanik Anak Krakatau, jangan buru-buru pakai masker medis biasa yang dulu sering dipakai pas pandemi. Soalnya, masker yang ampuh menahan droplet COVID belum tentu sanggup menyaring partikel abu vulkanik yang karakteristiknya jauh berbeda.

Menurut penjelasan dokter sekaligus epidemiolog Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, M.Sc.PH., masker respirator ber-sertifikasi setara N95 atau FFP2 jadi pilihan paling optimal buat mengurangi paparan abu, bukan sekadar masker bedah biasa yang sering kita pakai sehari-hari.

"Yang saya rekomendasikan maskernya adalah masker respirator bersertifikasi industri setara N95 atau FFP2 di standar Eropa. Jadi, bukan masker bedah biasa," kata Dicky dilansir brilio.net dari Liputan6.com pada Senin (7/9/2026).

Kenapa Nggak Bisa Disamakan dengan Masker COVID?

Ini yang harus dipahami: riset soal efektivitas masker di masa pandemi kebanyakan fokus ke droplet, aerosol, dan partikel biologis. Sementara abu vulkanik punya ukuran dan perilaku partikel yang jauh berbeda dari itu semua. Jadi kalau berpatokan pada standar masker COVID buat menghadapi abu vulkanik, itu jelas nggak tepat karena dasar risetnya beda konteks.

"Jadi, itu riset yang soal ukuran partikel biologis atau aerosol, bukan partikel abu vulkanik yang berukuran dan berperilaku berbeda. Jadi, ini kalau bicara pertanyaan landasannya jangan ke konteks masker COVID itu," jelas Dicky.

Meski begitu, rekomendasinya tetap sama-sama mengarah ke respirator setara N95. Bedanya, alasan di baliknya soal karakteristik partikel yang harus disaring, bukan sekadar ikut-ikutan standar pandemi.

Seberapa Ampuh Sih Masker N95 Dibanding yang Lain?

masker N95 abu vulkanik © 2026 brilio.net

masker N95 abu vulkanik
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Menurut Dicky, ada penelitian dari Durham University yang khusus menguji perlindungan terhadap abu vulkanik, dan hasilnya cukup jomplang antar jenis masker:

- Masker setara N95/N99: efisiensi filtrasi di atas 98 persen
- Masker bedah biasa: efisiensi sekitar 89–91 persen
- Masker kain: efisiensi cuma sekitar 44 persen

Jadi kalau soal daya saring partikel, masker kain jelas jauh tertinggal dibanding respirator sekelas N95.

Bukan Cuma Soal Bahan, Kerapatan Masker Juga Penentu

Nah, ini yang sering diremehkan. Masker dengan filter terbaik sekalipun bisa jadi kurang optimal kalau dipakainya longgar. Disampaikan Dicky, kalau ada celah di sekitar hidung, pipi, atau dagu, partikel abu tetap bisa menyelinap masuk lewat sana. Maka dari itu, masker wajib menutup rapat area hidung, mulut, sampai dagu supaya perlindungannya maksimal.

Yang menarik, masker paling efektif secara teori belum tentu jadi pilihan yang paling banyak dipakai orang. Dalam riset di kawasan Gunung Sinabung, masker setara N95 terbukti paling efektif secara filtrasi. Tapi faktanya, sekitar 33 persen warga di sana justru lebih memilih masker sederhana model flat-fold karena dirasa lebih nyaman dan gampang buat bernapas. Artinya, ada gap atau kesenjangan antara masker paling ampuh di atas kertas dengan masker yang benar-benar konsisten dipakai masyarakat sehari-hari.

Perhatikan Ini Kalau Punya Riwayat Sakit Paru

Untuk individu yang punya riwayat penyakit paru kronis, pemakaian respirator N95 sebaiknya tidak asal pakai. Perlu dikonsultasikan dulu ke dokter, karena respirator jenis ini punya risiko menimbulkan resistensi napas pada penderita penyakit paru kronis. Jadi meski N95 direkomendasikan secara umum, kondisi kesehatan masing-masing orang tetap perlu jadi pertimbangan sebelum dipakai rutin.

“Jadi, artinya tetap N95. Untuk penderita penyakit paru kronis, saya gunakan respirator yang sudah juga dikonsultasikan dengan dokter. Karena pada pasien seperti penderita penyakit paru kronis, dia bisa mengalami resistensi napas pada N95,” kata Dicky.

Tanya Jawab Seputar Masker untuk Abu Vulkanik

Apakah masker COVID bisa dipakai buat abu vulkanik Anak Krakatau?

Tidak sepenuhnya bisa disamakan. Riset masker COVID berpatokan pada droplet dan partikel biologis, sementara abu vulkanik punya karakteristik ukuran dan perilaku partikel yang berbeda.

Masker apa yang paling direkomendasikan untuk paparan abu vulkanik?

Masker respirator bersertifikasi industri setara N95 atau FFP2, karena efisiensi filtrasinya di atas 98 persen dibanding masker bedah atau masker kain.

Apakah masker kain cukup aman dipakai saat terpapar abu vulkanik?

Kurang ideal. Efisiensi filtrasi masker kain hanya sekitar 44 persen, jauh di bawah masker bedah maupun respirator setara N95.