Brilio.net - Dunia fashion selalu bergerak dinamis dan menuntut kecepatan. Namun ada kalanya jeda sejenak justru melahirkan karya yang luar biasa matang. Sentuhan siluet yang lebih lembut, ringan, sekaligus elegan memanjakan mata para penikmat mode pada 29 Juli 2026.
LAKON Indonesia akan menutup rangkaian panjang BRI JF3 Fashion Festival 2026 lewat sebuah presentasi menawan bertajuk HARSA. Eksplorasi desain kali ini bergerak luwes dari pakaian sehari-hari menjadi daily wear deluxe.
Kemewahan subtil terwujud berkat kepiawaian memainkan proporsi, konstruksi, serta material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, hingga organza. Karya ini tetap mempertahankan fungsi aslinya sebagai pakaian kontemporer yang nyaman untuk kehidupan sehari-hari.
Arti Harsa
foto: istimewa
Diungkap brilio.net dari rilis resminya, selasa (28/7) di balik keindahan visual tersebut tersimpan filosofi mendalam yang menjadi fondasi utamanya. Kata HARSA diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki makna kebahagiaan. Pemilihan nama ini menjadi kelanjutan cerita dari perjalanan kreatif yang sudah terbangun lewat koleksi Urub dan Pasar Malam. Urub sebelumnya menyuarakan semangat yang terus menyala lewat pendekatan streetwear. Pasar Malam kemudian hadir merayakan kehidupan serta pertemuan antarmanusia. Kini giliran HARSA mengambil peran sebagai refleksi untuk menikmati perjalanan, menghargai setiap proses, dan mensyukuri segala hal di dalamnya.
"Melalui HARSA, kami ingin merayakan proses. Merayakan sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati karena mengerti tujuannya. Dan ketika semuanya berproses, kebahagiaan menemukan jalannya. Semoga kebahagiaan itu juga dapat dirasakan oleh setiap orang yang mengenakan karya kami," ujar Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator, dan Advisor to JF3 Fashion Festival.
Seluruh pesan ini diterjemahkan dengan sangat apik di bawah arahan Creative Director Irsan. Memasuki koleksi kesembilan bersama LAKON Indonesia, sang desainer senior membawa perspektif matang dalam menyeimbangkan kreativitas, fungsi, dan kualitas eksekusi. Kekayaan batik dan bordir diterjemahkan ke bahasa desain modern masa kini. Semuanya merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada para perajin, pembatik, pembordir, penjahit, dan seluruh tangan kreatif yang terlibat penuh dalam setiap tahapan penciptaan.
LAKON Indonesia menghadirkan Euneun, brand tas asal Korea Selatan
foto: istimewa
Kehadiran busana bernuansa kontemporer tentu makin sempurna dengan padanan aksesori yang tepat. LAKON Indonesia memutuskan berkolaborasi untuk melengkapi tampilan di atas runway nanti. Euneun hadir sebagai pilihan utama karena sudah dikenal luas lewat pendekatan desain yang elegan dan sangat fungsional. Dialog visual tercipta dengan indah lewat apresiasi yang sama kuat terhadap kualitas, craftsmanship, serta desain berkarakter dari kedua belah pihak.
Keseruan presentasi penutup ini akan disaksikan langsung oleh pendiri Euneun. Aktris ternama Korea Selatan, Hahm Eun-jung, dijadwalkan terbang ke Jakarta untuk hadir di konferensi pers sekaligus melihat secara langsung penutupan festival. Ruang pertukaran budaya industri fashion antara Indonesia dan Korea Selatan terasa makin terbuka lebar melalui momen ini. Kolaborasi lintas budaya tidak melulu harus berwujud penciptaan satu koleksi bersama. Saling menghargai kekuatan karya dan kualitas dari masing-masing pihak juga menjadi bentuk pertukaran budaya yang indah.
Sebagai pamungkas acara bergengsi ini, presentasi yang ditampilkan turut merefleksikan semangat RECRAFTED: Shaping the Future. Masa depan karya tangan Indonesia rupanya tidak dibangun dalam semalam, melainkan lewat proses panjang yang dijalani sepenuh hati. Penghormatan pada craftsmanship, kolaborasi yang tulus, dan keberanian berevolusi menjadi kunci penting untuk terus maju tanpa harus kehilangan akar identitas.



