Brilio.net - Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah di bidang pendidikan dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Salah satu yang disorot adalah program perbaikan sekolah. Prabowo menyebut pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia dengan jumlah sekolah yang diperbaiki mencapai puluhan ribu unit.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan perbaikan sekolah dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan yang baik.

“Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini, kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah,” kata Prabowo di Sidang Tahunan MPR-Sidang Bersama DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), dilansir dari YouTube TVR PARLEMEN.

Tahun Sebelumnya Sekitar Hampir 17.000 Sekolah

Sidang Tahunan MPR 2026 © 2026

Sidang Tahunan MPR 2026
© 2026 /BPMI Setpres YouTube TVR PARLEMEN

Prabowo menjelaskan program perbaikan sekolah terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Dalam pidatonya, ia menyebut sekitar 17.000 sekolah telah diperbaiki pada tahun sebelumnya.

Sementara pada 2026, jumlah sekolah yang diperbaiki disebut telah mencapai lebih dari 71.744 unit. Pemerintah kemudian menargetkan angka tersebut kembali meningkat dalam dua tahun berikutnya.

“Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028 seratus ribu. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren, harus kita selesai renovasi,” ujar Prabowo yang juga Ketum Gerindra ini.

Data yang disampaikan Kementerian Sekretariat Negara dikutip dari setkab.go.id, merinci capaian 2025 sebanyak 16.167 sekolah yang telah diperbaiki. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 71.744 sekolah pada 2026.

Dengan demikian, angka sekitar 17.000 yang disebut Prabowo dalam pidato merupakan pembulatan dari capaian 2025 yang tercatat sebanyak 16.167 sekolah.

Perbaikan Tak Hanya di Wilayah Perkotaan

Prabowo juga menekankan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan bagi sekolah yang berada di wilayah perkotaan maupun Pulau Jawa.

Pemerintah, menurut Prabowo, juga menyasar sekolah yang berada di wilayah terluar dan terpencil. Salah satu contoh yang disebut adalah sekolah di Pulau Miangas.

“Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, Pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas dan kita akan perbaiki Puskesmas di situ. Dan sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil. Di Sabang, di pulau paling barat Indonesia, di Merauke dan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Prabowo menyatakan pemerataan perbaikan fasilitas pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah agar akses terhadap pendidikan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Ia juga menegaskan target pemerintah untuk menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan pada 2029.

“Tahun 2029 semua sekolah SD, SMP, SMK, pesantren harus selesai renovasi,” tegasnya.

Layar Interaktif Ditambah di Sekolah

Selain renovasi bangunan sekolah, pemerintah juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah telah membagikan layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah. Berdasarkan keterangan Setkab, pada 2025 setiap sekolah mendapatkan satu layar, sedangkan pada 2026 akan diberikan tambahan tiga layar.

Dengan skema tersebut, setiap sekolah nantinya memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif.

“Dengan layar-layar ini kita hadirkan guru-guru terbaik, untuk mengajar sains, matematika, teknologi dan juga para native speakers, untuk belajar bahasa asing. Anak-anak Indonesia harus menguasai bahasa asing dari kecil,” ujar Presiden dilansir dari setkab.go.id.

Prabowo juga menyampaikan rencana penguatan pembelajaran bahasa asing sejak tingkat sekolah dasar. Bahasa yang disebut dalam pidatonya antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis.

“Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis dari kecil di bawah 11 tahun 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik,” imbuhnya.

Sekolah Rakyat Jadi Bagian Program Pendidikan

Dalam pemaparan capaian bidang pendidikan, pemerintah juga menyebut program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hingga saat ini, terdapat 93 Sekolah Rakyat permanen yang telah dibuka. Jika digabung dengan Sekolah Rakyat rintisan, jumlahnya mencapai 182 sekolah.

Program tersebut ditempatkan pemerintah sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Ketidakmampuan tidak boleh menjadi warisan. Kesempatanlah yang harus kita wariskan,” tegas Presiden.

Dengan sejumlah program tersebut, Prabowo menempatkan pembangunan pendidikan sebagai salah satu bagian dari agenda pembangunan manusia yang dipaparkan dalam pidato kenegaraannya.

Pemerintah menargetkan perbaikan sekolah terus berlanjut hingga 2028 dengan target 100.000 sekolah per tahun. Selanjutnya, seluruh sekolah SD, SMP, SMA, SMK, serta pesantren ditargetkan selesai direnovasi pada 2029.

FAQ

1. Kapan Prabowo menyampaikan capaian perbaikan sekolah?

Prabowo menyampaikannya dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

2. Berapa target sekolah yang diperbaiki pemerintah pada 2027?

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut target perbaikan sekolah pada 2027 mencapai 100.000 sekolah.

3. Kapan seluruh sekolah ditargetkan selesai direnovasi?

Pemerintah menargetkan seluruh sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan pesantren selesai direnovasi pada 2029.

4. Apa fungsi layar pintar interaktif yang dibagikan ke sekolah?

Layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, termasuk pengajaran sains, matematika, teknologi, dan bahasa asing.

5. Apa saja bahasa asing yang disebut Prabowo akan dipelajari sejak SD?

Prabowo menyebut bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis sebagai bahasa yang akan diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.