Brilio.net - Tahun 2025 menjadi saksi transformasi besar bagi perbankan digital di Indonesia. Kabar menarik datang dari Superbank yang sukses menutup periode tersebut dengan catatan gemilang. Laba sebelum pajak atau Profit Before Tax (PBT) mencapai angka Rp143,3 miliar.
Pencapaian ini kian lengkap berkat langkah strategis melantai di Bursa Efek Indonesia melalui pencatatan saham perdana atau IPO pada Desember 2025. Kode saham SUPA kini resmi menghiasi papan perdagangan sekaligus membawa bank ini secara resmi naik kelas ke kategori Bank Umum berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
Pertumbuhan Superbank
foto: Superbank
Performa finansial yang ditunjukkan sepanjang tahun lalu benar-benar impresif dan menunjukkan tren positif. Pendapatan Bunga Bersih atau NII melonjak tajam 160% year-on-year menjadi Rp1,6 triliun. Hal ini sejalan dengan penyaluran kredit yang tumbuh 50% hingga menyentuh angka Rp9,6 triliun, dengan fokus utama pada segmen ritel serta UMKM. Tidak hanya dari sisi pinjaman, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga ikut melesat 139% menjadi Rp11,8 triliun. Total aset pun tidak mau ketinggalan dengan kenaikan 87% mencapai Rp21,3 triliun.
Efisiensi kerja terlihat sangat nyata dari angka Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik drastis dari 139,16% di tahun sebelumnya menjadi 70,52% saja. Angka ini membuktikan bahwa operasional perusahaan berjalan dengan sangat sehat dan terukur seiring peningkatan skala bisnis.
Kualitas aset pun tetap aman terkendali dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 2,60% serta NPL Net yang hanya 0,68%. Fundamental profitabilitas semakin diperkuat dengan Net Interest Margin (NIM) yang naik ke angka 10,64%. Semua data ini mempertegas keberhasilan model bisnis digital berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin.
Ekosistem Superbank
Daya tarik utama layanan ini terletak pada kekuatan ekosistem yang sangat luas dan terintegrasi. Dukungan penuh dari nama-nama besar seperti Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS menjadi mesin utama pertumbuhan yang berkelanjutan. Integrasi yang mulus memudahkan segala urusan finansial hanya melalui layar smartphone. Layanan seperti OVO Nabung by Superbank, Kartu Untung hasil kolaborasi dengan KakaoBank, hingga fitur Pinjaman Atur Sendiri (PAS) bisa diakses langsung lewat aplikasi Grab atau OVO.
Sejak aplikasi digital diluncurkan pada Juni 2024, basis pengguna tumbuh pesat hingga melampaui 6 juta nasabah. Tingginya tingkat adopsi terlihat dari catatan transaksi harian yang rata-rata mencapai lebih dari 1 juta transaksi. Standar keamanan informasi pun tetap menjadi prioritas utama dengan adanya sertifikasi ISO 27001. Memasuki tahun 2026, fokus utama tetap tertuju pada inovasi teknologi dan penerapan manajemen risiko yang hati-hati guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Recommended By Editor
- Resep ayam sahur kilat di bawah 20 menit yang praktis, tetap juicy dan masaknya gampang
- Dari Bekasi ke seluruh Indonesia, ini cara Attack Jaz1 Serbaguna bersihkan 100 masjid
- Sabun susu bikin momen mandi lebih calming, ini kata Lervia yang jadi pionirnya sejak 24 tahun lalu
- 5 Resep ayam goreng 30 menit yang renyah dan juicy, sekali coba pasti mau lagi
































