Brilio.net - Amanda Manopo resmi melaporkan kasus yang menimpanya ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (22/7/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dua hal, yaitu dugaan penggelapan dana perusahaan oleh eks karyawannya serta serangkaian teror yang disebutnya bernuansa mistis dan sempat terjadi di rumahnya.
Temuan Tanah Kuburan dan Dupa di Rumah
Selain persoalan keuangan, Amanda membuka fakta lain terkait kejadian-kejadian mencurigakan yang ia alami di rumahnya. Ia mengaku memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan adanya benda-benda yang diletakkan secara sembunyi-sembunyi di area rumahnya.
"Ada bukti-bukti juga, bukti-bukti otentik yang di mana lewat dari video-video, dari CCTV. Dari CCTV rumah ada bukti-buktinya di mana ternyata dia taruh tanah kuburan di rumah saya," ungkap Amanda di Polres Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026), dilansir brilio.net dari KapanLagi, Jumat (24/7/2026).
Selain temuan tanah kuburan, Amanda juga mengungkap air minum yang biasa ia konsumsi diduga sempat didoakan dengan cara tertentu. Rumahnya pun disebut sempat diberi dupa tanpa sepengetahuannya.
"Dari minum yang saya minum ternyata itu pun didoa-doain, bahkan kayak apa sih namanya, dupa. Jadi rumah saya didupa-dupain," katanya.
Kendati demikian, Amanda menyampaikan dirinya tidak terlalu terpengaruh dengan hal-hal berbau mistis tersebut. Keyakinannya kepada Tuhan disebut menjadi alasan ia tidak mudah percaya pada praktik semacam itu.
"Kalau aneh-aneh sih puji Tuhan saya percaya sama Tuhan saya yang besar banget, jadi saya nggak percaya dengan hal-hal itu," ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku kejadian tersebut tetap membuatnya merasa tidak nyaman, bahkan malu, lantaran ikut berdampak pada lingkungan sekitar rumahnya.
"Tapi kan ini juga namanya mengganggu, mengganggu orang-orang yang ada di rumah, tetangga-tetangga saya, itu udah buat saya jadinya malu sendiri bahkan," pungkasnya.
Kerugian Ditaksir Capai Rp3 Miliar dalam 8 Bulan
Dalam kesempatan yang sama, Amanda menjelaskan estimasi kerugian yang dialami akibat dugaan penggelapan dana perusahaan. Ia menyebut angka tersebut muncul selama masa kerja eks karyawan yang diduga bertanggung jawab, yakni sekitar 8 (delapan) bulan.
"Kerugian itu kemungkinan sekitar hampir 3 M-an. Selama dia bekerja hampir 8 bulan, 8 bulan ternyata udah sekitar hampir 3 M yang di mana itu udah merugikan dari aku-nya sendiri," ungkap Amanda, dikutip dari KapanLagi.
Nilai kerugian tersebut, menurut Amanda, diperoleh dari hasil pemeriksaan awal terhadap arus keuangan perusahaan. Temuan ini disebutnya menjadi pukulan berat bagi bisnis yang ia jalankan, sehingga langkah penanganan pun segera diambil.
Amanda menambahkan, indikasi penyimpangan keuangan itu baru diketahui setelah ia memutuskan memberhentikan karyawan yang bersangkutan. Pemecatan tersebut, kata Amanda, dipicu oleh tindakan yang dinilainya tidak menyenangkan.
"Jadi tuh terciumnya itu setelah saya melakukan pemecatan. Pemecatan karena ada tindakan yang tidak menyenangkan sebenarnya," tuturnya.
Setelah pemecatan itulah, Amanda mengaku langsung mengambil langkah dengan melakukan audit menyeluruh terhadap rekening perusahaan guna menelusuri transaksi yang dianggap janggal.
"Ketika tahu itu semua, saya akhirnya langsung melakukan tindakan, dan habis itu kita mengaudit semuanya dari rekening PT dan akhirnya terlihat sangat jelas," katanya.
Kuasa hukum Amanda, Sandy Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya untuk saat ini berfokus pada penanganan dugaan penggelapan dana milik Amanda dan perusahaannya.
"Untuk sementara ini kita fokus untuk penggelapan uang dari uangnya Kak Manda dan perusahaannya," ujar Sandy.
Amanda Tegaskan Tidak Akan Diam Lagi
Amanda turut menyampaikan perubahan sikapnya dalam menghadapi berbagai persoalan yang menimpanya, termasuk isu-isu miring yang sebelumnya kerap ia diamkan. Kini, setelah memiliki anak, ia menegaskan tidak akan lagi bersikap pasif.
"Kalau dulu-dulu saya disenggol, saya diomongin apa segala macam saya diam. Tapi kalau sekarang kalau udah bawa anak, mungkin sekarang udah nggak bisa diam," ujar Amanda.
Kehadiran anak disebut menjadi alasan utama di balik sikap tegas yang kini ia ambil. Amanda menyampaikan tidak akan lagi memberi toleransi kepada pihak yang dianggap merugikan dirinya maupun keluarganya.
"Saya akan menjaga keluarga saya dan pasti akan menjaga anak saya. Jadi buat oknum-oknum yang masih di luar sana yang masih tetap ngomongin yang aneh-aneh, mau hanya perempuan ataupun laki-laki, saya tidak akan ada iktikad baik lagi," tegasnya.
Ia bahkan menegaskan sudah menutup pintu maaf bagi pihak terlapor, sekalipun yang bersangkutan menunjukkan iktikad baik untuk meminta maaf di kemudian hari.
"Tidak ada kata maaf lagi sekarang. Dan dia nggak ada iktikad baik selama buat ketemu lagi minta maaf. Kalau ada iktikad baik dari beliau pun saya sudah tidak mau," katanya.
Berharap Proses Hukum Berjalan Cepat
Menutup pernyataannya, Amanda menyampaikan harapan agar proses hukum yang tengah ia tempuh dapat berjalan lancar. Ia juga berharap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pokoknya doakan semoga perjalanannya lancar dan semoga oknum-oknum yang terlibat ini bisa kita penjarakan dengan secara cepat," pungkasnya.
Hingga saat ini, identitas lengkap serta kronologi rinci terkait mantan karyawan yang diduga terlibat belum diungkap secara terbuka. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.
Recommended By Editor
- Selamat! Amanda Manopo dan Kenny Austin umumkan kelahiran buah hati pertama, ini nama panggilannya
- 8 Momen hangat Amanda Manopo jalan bareng Fajar Sadboy di mall, beri kado spesial
- Cerita Kenny Austin jadi suami siaga, bersyukur Amanda Manopo tak ngidam aneh-aneh
- 9 Potret perayaan ulang tahun Amanda Manopo ke-26, kejutan dari Kenny Austin bikin sang artis mewek
- 6 Potret dapur Amanda Manopo bergaya modern penuh perabot canggih, spot andalan masakin Kenny Austin

