Brilio.net - Dedikasi seorang dokter seringkali diuji justru saat mereka sedang tidak bertugas. Hal inilah yang dialami oleh dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B, seorang dokter spesialis bedah yang aksi heroiknya menjadi perbincangan usai kecelakaan hebat melibatkan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Sosoknya bukan sekadar tenaga medis biasa, melainkan seorang relawan kemanusiaan lintas negara yang memegang teguh janji penyelamatan nyawa di atas kepentingan pribadi.

Inisiatif di Tengah Waktu Luang Bersama Keluarga

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B © 2026

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B bersama salah seorang korban selamat tragedi kereta Bekasi Timur
© 2026 Instagram/@iqbalelmubarak

Aksi dr. Iqbal bermula dari sebuah momen sederhana selepas magrib setelah selesai bertugas di rumah sakit. Sesampainya di parkiran rumah, muncul keinginan untuk mengajak anak dan istrinya berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Namun, tepat saat kendaraan baru saja keluar dari area parkir, sebuah kabar mengenai kecelakaan kereta api besar di Bekasi sampai ke telinganya melalui sang istri.

Awalnya, terdapat keraguan di dalam batin sang dokter untuk berangkat ke lokasi atau tetap pulang ke rumah. Namun, sebuah dorongan batin yang kuat mengingatkannya pada misi kemanusiaan yang pernah ia jalani di Gaza pada 2025 lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah media, dr. Iqbal menyampaikan seakan ada bisikan yang memperkuatnya berangkat menolong korban tragedi KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Suara itu membisikkan bahwa ke Gaza saja ia berangkat, mana mungkin tidak berangkat ke lokasi kejadian yang begitu dekat dalam hitungan menit itu. Tanpa membuang waktu, ia langsung memacu kendaraannya menuju Bekasi bersama anak dan istrinya yang setia menunggu di dalam mobil hingga proses evakuasi berakhir pada Selasa (28/4/2026) pagi hari.

Bekal Kompetensi Medis Membuatnya Maju Meski Sempat Dilarang

Setibanya di lokasi, dr. Iqbal menghadapi kendala protokol keamanan yang ketat. Sebagai pihak di luar tim resmi yang dipanggil saat itu, ia sempat tertahan dan tidak diperbolehkan masuk ke area evakuasi. Namun, dengan inisiatif dan keyakinan akan kompetensi yang dimilikinya, dr. Iqbal melakukan negosiasi dengan petugas lapangan. Akhirnya setelah menjelaskan ia seorang dokter bedah, dr. Iqbal dipercaya memimpin tim medis dan bekerja nonstop melakukan evakuasi korban sejak pukul 22.00 WIB hingga tuntas pada pukul 07.00 WIB keesokan harinya.

Rekam Jejak Kemanusiaan: Dari Gaza hingga Gempa Turkiye

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B © 2026

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B
© 2026 Instagram/@iqbalelmubarak

Keberanian dr. Iqbal di Bekasi bukanlah kebetulan. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai relawan medis di zona konflik dan bencana. Pada 7–24 Agustus 2025, dr. Iqbal memimpin Tim Emergency Medical Team (EMT) 4 Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) di Jalur Gaza, sebagaimana dilansir brilio.net dari Liputan6, Kamis (7/5/2026). Ia bertugas di sana bersama dr. Annisa Anjani Ramadan, Sp.DV (Spesialis Dermatologi Venereologi) dan dr. Bambang Surif Djamaluddin, Sp.A (Spesialis Anak).

Selama bertugas di RS Al Shifa Gaza City, RS Rantisi Gaza City, klinik kesehatan di Gaza City, serta RS Al Nasser Khan Younis, ia dan tim menangani pasien dengan luka berat akibat serangan perang serta kondisi malnutrisi pada anak-anak.

“Banyak pasien dengan luka berat akibat serangan, serta kasus penyakit kulit dan gangguan kesehatan anak yang meningkat karena kondisi lingkungan yang buruk. Selain itu, kami menemukan banyak pasien, khususnya anak-anak, mengalami malnutrisi akibat keterbatasan pangan dan sulitnya akses bantuan gizi,” jelas dr. Iqbal, dikutip dari Liputan6.

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B © 2026

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B
© 2026 Instagram/@iqbalelmubarak

Jauh sebelum misi Gaza, dokter spesialis bedah yang kini berpraktik di RSUD Kramat Jati itu juga tercatat pernah menjadi relawan medis saat gempa bumi dahsyat mengguncang Turkiye pada tahun 2023.

Sekjen Mountaineering dan Anggota Wanadri

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B © 2026

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B
© 2026 Instagram/@iqbalelmubarak

Selain di meja operasi, dr. Iqbal aktif di dunia kepencintaalaman. Pada 28 Januari 2026, ia dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI). PB FMI sendiri merupakan organisasi non-pemerintah, nirlaba, dan non-politik yang bekerja sebagai Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia untuk membantu melindungi lingkungan pegunungan.

Dedikasinya pada alam semakin lengkap setelah ia diangkat menjadi anggota luar biasa Wanadri dengan nomor pokok W-023 Tenaga Ahli pada Januari 2026. Sebagai bagian dari keluarga besar Wanadri, dr. Iqbal mengemban hakikat organisasi untuk selalu sanggup menolong sesama setiap waktu dan wajib menjaga keutuhan alam beserta isinya.

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B © 2026

dr. Muhammad Iqbal El Mubarak Sp.B
© 2026 Instagram/@iqbalelmubarak

Menahkodai Lembaga Ketahanan dan Tanggap Bencana IDI

Keahlian dr. Iqbal dalam manajemen bencana membuatnya dipercaya menjabat sebagai Ketua Lembaga Ketahanan dan Tanggap Bencana Ikatan Dokter Indonesia (LKTB IDI). Di bawah kepemimpinannya, LKTB IDI terus memperkuat peran dokter dalam kesiapsiagaan nasional.

Pada 26 Desember 2025, LKTB IDI memelopori Webinar Nasional sebagai bagian dari penguatan respons bencana di Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menandai peresmian tanggal 26 Desember sebagai Hari Dokter Sadar Bencana oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Penetapan ini merupakan penguatan komitmen agar profesi dokter semakin siap berperan aktif dalam pengurangan risiko, tanggap darurat, hingga pemulihan kesehatan masyarakat.

Pada saat webinar inilah, dr. Iqbal didapuk memberikan sambutan berkenaan dengan jabatannya sebagai Ketua LKTB IDI, sebagaimana dikutip dari laman idionline.org.