Brilio.net - Cerita pelanggan nasi goreng Padmanaba di Yogyakarta ini menarik perhatian warganet. Seorang pria datang kembali ke pedagang nasi goreng terkenal tersebut dan membawa uang Rp1 juta untuk membayar makanan yang diakuinya pernah ia santap sekitar 20-an kali tanpa membayar.
Dalam video yang dibagikan akun TikTok @ariq.setiawan, pria tersebut mengatakan dulu dirinya beberapa kali makan di sana saat sedang tidak punya uang. Kini, Ariq memilih kembali dan menyerahkan uang tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus ucapan terima kasih. Menariknya, sang pedagang justru menolak uang itu karena merasa sudah mengikhlaskan kejadian tersebut.
Pelanggan datang kembali membawa Rp1 juta
nasi goreng Padmanaba
© 2026 /TikTok/@ariq.setiawan
Momen tersebut dibagikan akun TikTok @ariq.setiawan dan kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video, seorang pria mengenakan baju hijau terlihat menghampiri pedagang nasi goreng dan menyampaikan maksud kedatangannya.
Ariq mengaku dulu beberapa kali makan di warung makan nasi goreng daerah Kotabaru Yogyakarta tersebut ketika sedang tidak punya uang. Saat menjelaskan jumlahnya, ia menyebut pernah makan sekitar 20-an kali tanpa membayar.
“Dulu saya waktu nggak punya uang, 22 kali saya pernah makan di sini, Pak,” kata pria tersebut di awal video.
Dalam video itu, si pria menunjukkan bukti transfer uang di HP-nya kepada karyawan warung maupun pemilik warung tersebut. Bagi Ariq, nominal itu bukan sekadar pembayaran makanan, tetapi juga cara untuk mengingat kembali pertolongan yang pernah diterimanya.
““Dulu saya makan di sini, tapi sengaja nggak bayar…”
Waktu berlalu, tapi rasa bersalah nggak ikut hilang.
Hari ini saya kembali untuk melunasi apa yang dulu sayai ambil.
Bukan soal nominalnya. Ini soal menunaikan hak orang lain. Semoga berkah selalu jualan pak ❤️🙏,” tulis caption yang menyertai video tersebut dilansir brilio.net dari TikTok @ariq.setiawan, Selasa (8/9/2026).
Ariq bahkan mengucapkan terima kasih sekaligus meminta maaf kepada pedagang (pemilik warung).
Pedagang malah menolak uang Rp1 juta
nasi goreng Padmanaba
© 2026 /TikTok/@ariq.setiawan
Alih-alih menerima, pedagang yang mengenakan peci itu justru langsung menolak.
“Saya nggak mau. Udah, Pak, nggak mau,” jawabnya.
Pedagang tersebut mengatakan dirinya sudah mengikhlaskan makanan yang dulu diberikan.
“Saya itu seharusnya malah ikhlas bener-bener. Ini ta kembalikan aja,” ujarnya.
Bukan cuma soal uang, ada rasa terima kasih yang dibawa kembali
nasi goreng Padmanaba
© 2026 /TikTok/@ariq.setiawan
Ariq terus meyakinkan pedagang agar uang yang ditransfer diterima. Ia mengatakan tidak masalah jika uang tersebut tidak seluruhnya dianggap sebagai pembayaran.
Bahkan dalam percakapan itu, si pedagang sempat menyebut dirinya cukup menerima Rp100 ribu saking merasa tidak enak hati.
nasi goreng Padmanaba
© 2026 /TikTok/@ariq.setiawan
Pelanggan pun kembali menegaskan bahwa dirinya hanya ingin berterima kasih karena dulu sudah pernah ditolong ketika tidak mempunyai uang.
“Nggak papa, saya makasih ya sudah pernah nolong. Minta maaf ya, Pak. Saya hitung-hitungin 20-30 kali, itu saya bayar. Saya makasih, Pak, ya. Sukses-sukses terus ya, Pak,” kata Ariq mengulang kata-katanya.
Percakapan mereka kemudian semakin personal ketika pedagang menanyakan asal Ariq. Pria itu menjawab bahwa dirinya berasal dari Pekalongan dan sedang akan kembali ke kota asalnya.
Nasi goreng Padmanaba dikenal di kalangan kuliner Yogyakarta
nasi goreng Padmanaba
© 2026 /TikTok/@ariq.setiawan
Tempat dalam video tersebut disebut sebagai nasi goreng Padmanaba, salah satu nama kuliner yang dikenal di Yogyakarta. Kisah pelanggan yang kembali untuk membayar makanan lama itu membuat tempat makan tersebut ikut menjadi perhatian warganet.
Untuk harga, informasi yang beredar di kolom komentar netizen menyebut satu porsi nasi goreng berada di kisaran Rp20 ribu-Rp23 ribu. Jika memakai kisaran tersebut sebagai gambaran kasar, nominal Rp1 juta memang jauh lebih besar daripada nilai 20-an porsi nasi goreng.
nasi goreng Padmanaba
© 2026 /TikTok/@ariq.setiawan
Warganet lain juga menyebutkan bahwa saking ramainya antrean nasi goreng Padmanaba, ada kemungkinan orang-orang yang tidak membayar tidak ketahuan. Namun dalam video tersebut, tidak disebutkan rinci bagaimana bisa si pelanggan tidak membayar dan dalam jarak waktu berapa lama dari ia tidak membayar sampai mendatangi pedagang kembali.
Ariq hanya menegaskan, “Waktu berlalu, tapi rasa bersalah nggak ikut hilang. Hari ini saya kembali untuk melunasi apa yang dulu sayai ambil. Bukan soal nominalnya. Ini soal menunaikan hak orang lain.”
Recommended By Editor
- Guru honorer bergaji Rp275 ribu dibagi untuk kuota, orang tua, hingga umrah, diapresiasi Ivan Gunawan
- Kisah ibu bawa labu dan daun bawang untuk biaya berobat anak, dokter beri respons menyentuh
- Kisah Esau Sidemo, nelayan Ternate ditemukan selamat setelah hilang 26 hari di Samudra Pasifik
- Alami kesulitan ekonomi dan kesehatan, putra tokoh Proklamasi Sayuti Melik dievakuasi Kemensos
- 22 Tahun menanti, pasutri ini dianugerahi bayi kembar sepasang cewek-cowok, sang dokter ikut terharu







