Brilio.net - Buncis termasuk sayuran yang bisa ditanam di rumah, termasuk di wilayah dataran rendah. Tantangannya, suhu yang terlalu panas dan kondisi tanah yang terlalu kering bisa mengganggu pembungaan sehingga tanaman tidak menghasilkan polong seperti yang diharapkan.

Karena itu, cara menanam buncis di dataran rendah tidak berhenti pada menaruh benih di tanah lalu menunggu panen. Pemilihan varietas, kondisi lahan, jarak tanam, penyiraman, sampai perlindungan saat cuaca terlalu panas perlu diperhatikan sejak awal. Dilansir dari Liputan6.com, Senin (31/8/2026), berikut panduan menanam buncis di dataran rendah yang dirangkum dari sejumlah sumber penyuluhan pertanian dan hortikultura.

Kenali kondisi yang dibutuhkan buncis

Buncis atau Phaseolus vulgaris termasuk tanaman musim hangat. Oregon State University Extension menjelaskan bahwa benih buncis berkecambah paling baik ketika suhu tanah setidaknya sekitar 15,6°C.

Sementara itu, Clemson University menyebut pertumbuhan buncis optimal pada suhu rata-rata sekitar 16–24°C. Suhu yang jauh lebih tinggi, terutama ketika tanaman memasuki fase berbunga, dapat menjadi tantangan di dataran rendah.

Artinya, pemilihan waktu tanam dan pengaturan kelembapan tanah menjadi bagian penting. Jangan hanya berfokus pada cepatnya benih tumbuh, tetapi perhatikan juga kondisi tanaman ketika mulai berbunga.

Pilih varietas dan siapkan lahan sebelum menanam

Ada dua tipe buncis yang umum ditanam, yaitu buncis tegak dan buncis rambat. Untuk dataran rendah yang cenderung panas, buncis tegak yang berumur genjah dan memiliki ketahanan penyakit bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Buncis rambat membutuhkan penyangga, tetapi masa berbuahnya dapat lebih panjang. Pilihan varietas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan informasi ketahanan penyakit pada benih.

Yang perlu disiapkan:

  • Benih buncis bermutu
  • Tanah yang gembur
  • Kompos atau pupuk kandang matang
  • Dolomit atau kapur pertanian jika pH tanah terlalu asam
  • Ajir atau lanjaran untuk buncis rambat
  • Mulsa jika diperlukan

Clemson University juga menyarankan mempertimbangkan varietas yang memiliki ketahanan terhadap penyakit seperti Bean Common Mosaic Virus (BCMV) dan antraknosa.

Untuk lahan, bersihkan gulma lalu gemburkan tanah. Buat bedengan sekitar 60–100 cm dengan tinggi 20–30 cm, kemudian sediakan parit agar air tidak menggenang.

Buncis cukup sensitif terhadap tanah becek. Jika pH tanah berada di luar kisaran ideal sekitar 5,5–6,5, kondisi tanah bisa diperbaiki sesuai kebutuhan sebelum penanaman.

Tanam benih langsung, tidak perlu dipindahkan

Buncis lebih praktis ditanam langsung di lahan karena tanaman ini kurang cocok dipindahkan setelah tumbuh. Pete Ferretti, profesor tanaman sayuran dari Penn State, bahkan menyebut buncis hampir tidak cocok untuk dipindah tanam.

Karena itu, benih bisa langsung dimasukkan ke lubang tanam. Cara ini juga mengurangi kebutuhan proses persemaian dan pemindahan bibit.

Langkah menanam:

  1. Pilih waktu tanam menjelang awal kemarau atau akhir musim hujan.
  2. Hindari waktu ketika fase berbunga diperkirakan bertepatan dengan hujan lebat.
  3. Jika diperlukan, beri perlakuan pada benih sesuai petunjuk produk atau kebutuhan budidaya.
  4. Buat lubang tanam sedalam sekitar 2–3 cm.
  5. Masukkan dua biji pada setiap lubang.
  6. Tutup dengan tanah tipis atau abu sekam.
  7. Siram tipis jika kondisi tanah kering.
  8. Amati pertumbuhan benih yang biasanya mulai berkecambah sekitar hari ke-3 sampai ke-7.
  9. Lakukan penyulaman pada benih yang tidak tumbuh paling lambat 14 hari setelah tanam.
  10. Untuk buncis rambat, pasang ajir setinggi sekitar 1,5–2 meter ketika tanaman berumur 7–10 hari.

Menanam dua biji dalam satu lubang bisa menjadi cadangan jika salah satunya gagal tumbuh. Setelah tanaman berkembang, pastikan jaraknya tetap cukup agar sirkulasi udara tidak terlalu tertutup.

Atur jarak tanam agar tanaman tidak terlalu rapat

Jarak tanam ikut menentukan ruang tumbuh dan sirkulasi udara di sekitar tanaman. Jarak yang terlalu rapat dapat membuat lingkungan tanaman lebih lembap dan berpotensi mendukung penyebaran penyakit.

Untuk buncis tegak, jarak yang bisa digunakan sekitar 30 × 40 cm. Sementara buncis rambat dapat diberi jarak sekitar 60 × 70 cm.

Jika lahan terbatas, buncis tegak juga bisa ditanam dalam pot atau polybag. Prinsip utamanya tetap sama, yaitu menyediakan media yang gembur, drainase yang baik, dan ruang tumbuh yang cukup.

Rawat buncis dengan memperhatikan panas dan air

Tahap perawatan menjadi bagian penting, terutama ketika buncis ditanam di dataran rendah. Cuaca panas dan kekurangan air dapat membuat bunga mudah rontok sebelum berkembang menjadi polong.

Iowa State University menyebut kelembapan tanah perlu dijaga secara konsisten, terutama ketika tanaman mulai berbunga dan membentuk polong. Penyiraman bisa dilakukan pada pagi hari agar kondisi daun tidak lembap terlalu lama.

Saat suhu sangat tinggi, mulsa dapat membantu menjaga kelembapan dan kestabilan suhu tanah. Utah State University Extension mencatat kondisi panas di atas sekitar 35°C yang disertai kekeringan dapat membuat bunga buncis gugur.

Jika panas sedang ekstrem, naungan ringan seperti paranet juga dapat digunakan untuk mengurangi paparan terik. Namun, jangan sampai tanaman kekurangan cahaya atau sirkulasi udara.

Jangan berlebihan memberi pupuk nitrogen

Daun buncis yang sangat rimbun belum tentu berarti tanaman akan menghasilkan banyak polong. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah nitrogen yang diberikan.

University of Maryland Extension menjelaskan bahwa nitrogen berlebih dapat menunda pembungaan buncis. Tanaman buncis juga mampu mengikat nitrogen sendiri setelah sistem akarnya berkembang dengan baik.

Karena itu, pemberian pupuk nitrogen tambahan tidak selalu diperlukan dalam jumlah besar. Kompos atau bahan organik dapat digunakan sebagai bagian dari pengelolaan media tanam, dengan pemupukan tetap disesuaikan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Bersihkan gulma dan periksa tanaman secara rutin

Akar buncis relatif dangkal sehingga penyiangan sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Jangan mencangkul terlalu dalam karena akar tanaman bisa ikut terganggu.

Jika ada akar yang mulai terlihat, tanah bisa ditambahkan di sekitar pangkal tanaman untuk membantu menopangnya. Periksa juga daun dan batang secara berkala untuk mengetahui lebih awal jika ada tanda hama atau penyakit.

Pengendalian awal bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan, melakukan rotasi tanaman, atau mengambil hama secara manual jika memungkinkan. Penggunaan pestisida sebaiknya menjadi pilihan setelah langkah pencegahan dan pengendalian awal tidak mencukupi.

Pangkas bagian tanaman yang sudah terlalu panjang

Pada buncis rambat, tanaman bisa terus memanjang mengikuti penyangga. Ketika pucuk sudah mencapai ujung lanjaran, bagian tersebut dapat dicubit atau dipangkas.

The Old Farmer's Almanac menjelaskan bahwa pemangkasan pucuk pada kondisi tersebut dapat menghentikan pertumbuhan ke atas. Namun, pemangkasan bukan jaminan tanaman otomatis menghasilkan lebih banyak polong karena produksi tetap dipengaruhi kondisi tanaman secara keseluruhan.

Daun tua atau daun yang sakit juga bisa dibuang untuk membantu menjaga sirkulasi udara. Lakukan seperlunya dan hindari memangkas bagian tanaman secara berlebihan.

Panen saat polong masih muda

Buncis umumnya mulai bisa dipanen sekitar 45–60 hari setelah tanam, tergantung tipe dan kondisi pertumbuhannya. Polong sebaiknya dipetik ketika masih muda, ukurannya kurang lebih seperti pensil, dan bijinya belum terlalu menonjol.

Jangan menunggu seluruh polong menjadi tua jika tujuan utamanya adalah mempertahankan produksi. West Coast Seeds menjelaskan bahwa polong yang dibiarkan berkembang hingga penuh biji dapat membuat tanaman berhenti menghasilkan bunga baru.

Karena itu, lakukan pemetikan secara rutin. Saat produksi sedang tinggi, buncis bisa dipetik setiap beberapa hari agar polong yang sudah siap tidak terlalu lama tertinggal di tanaman.

Perhatikan kondisi buncis setelah dipanen

Buncis segar tidak hanya perlu dipanen pada waktu yang tepat, tetapi juga disimpan dengan kondisi yang sesuai. Michigan State University Extension menyebut buncis dapat disimpan sekitar 7–10 hari.

Suhu penyimpanan juga perlu diperhatikan. Buncis sebaiknya tidak disimpan pada suhu di bawah sekitar 5°C karena dapat mengalami kerusakan akibat suhu dingin atau chilling injury.

Jika buncis ditanam untuk konsumsi sendiri, sebaiknya panen disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan begitu, polong bisa digunakan dalam kondisi masih segar.

Tabel panduan cepat menanam buncis di dataran rendah

TahapPatokan yang Bisa Digunakan
Suhu tanah untuk perkecambahanSekitar 15,6°C atau lebih.
Suhu pertumbuhan optimalSekitar 16–24°C.
pH tanahSekitar 5,5–6,5.
Kedalaman benihSekitar 2–3 cm.
Jumlah benih2 biji per lubang.
Buncis tegakJarak sekitar 30 × 40 cm.
Buncis rambatJarak sekitar 60 × 70 cm.
Tinggi ajir buncis rambatSekitar 1,5–2 meter.
Perkiraan mulai panenSekitar 45–60 hari setelah tanam.

 

Angka tersebut merupakan patokan dari materi sumber dan dapat berubah sesuai varietas, kondisi lahan, cuaca, serta cara budidaya.

Kesalahan yang bisa membuat buncis sulit berbuah

Menanam buncis di dataran rendah punya beberapa titik rawan yang perlu diperhatikan. Bukan hanya benih, kondisi saat tanaman berbunga juga sangat menentukan.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  • Menanam saat panas ekstrem, terutama jika fase berbunga bertepatan dengan suhu sangat tinggi.
  • Membiarkan tanah terlalu kering, terutama ketika tanaman sedang berbunga dan membentuk polong.
  • Memberi nitrogen terlalu banyak, sehingga pertumbuhan daun lebih dominan daripada pembungaan.
  • Mengabaikan drainase, karena genangan dapat mengganggu akar.
  • Menanam buncis terus-menerus di lahan yang sama, yang dapat meningkatkan risiko penyakit tanah.
  • Membiarkan polong terlalu tua, sehingga tanaman dapat mengurangi pembentukan bunga baru.
  • Membuat jarak tanam terlalu rapat, sehingga sirkulasi udara kurang baik.
  • Tidak memperhatikan varietas, terutama ketika memilih benih untuk kondisi panas dan risiko penyakit tertentu.

Rotasi tanaman juga perlu dipertimbangkan. Untuk lahan yang sebelumnya digunakan menanam tanaman kacang-kacangan, hindari menanam buncis berulang di petak yang sama dan pertimbangkan rotasi dengan tanaman non-legum selama sekitar 3–4 tahun.

Bagan alur menanam buncis di dataran rendah

🌱
Pilih varietas sesuai kondisi lahan
🌿
Siapkan tanah gembur
+ drainase baik
Cek pH tanah
🌰
Tanam benih langsung
Jaga kelembapan tanah
🌼
Tanaman mulai berbunga
Cuaca sangat panas/kering?
☀️
YA Mulsa + naungan ringan bila perlu
🌤️
TIDAK Perawatan rutin
↘    ↓    ↙
🔎
Pantau hama dan penyakit
🫛
Polong mulai terbentuk
🫛
Panen saat masih muda
🌱
Petik secara berkala

 

FAQ

Apakah buncis bisa tumbuh di polybag?

Bisa, terutama untuk tipe buncis tegak yang lebih sesuai untuk lahan terbatas. Media tetap perlu memiliki drainase baik dan cukup ruang untuk perkembangan akar.

Kenapa buncis lebih mudah bermasalah saat musim hujan?

Hujan yang terlalu sering dapat membuat tanah terlalu basah dan mengganggu kondisi akar. Hujan lebat ketika tanaman berbunga juga dapat mengganggu pembungaan dan penyerbukan.

Apakah buncis rambat harus selalu dipangkas?

Tidak selalu. Pemangkasan pucuk dapat dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ujung penyangga, sedangkan daun tua atau sakit dapat dibuang seperlunya.

Berapa kali buncis bisa dipanen?

Buncis dapat dipetik berulang selama tanaman terus menghasilkan polong. Frekuensinya bergantung pada varietas, kondisi tanaman, dan seberapa rutin polong yang sudah siap dipanen.

Apakah buncis harus selalu diberi pupuk tambahan?

Tidak dalam jumlah yang sama untuk setiap kondisi. Buncis mampu mengikat nitrogen sendiri, sehingga pemupukan perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman, bukan sekadar menambah pupuk sebanyak mungkin.