Brilio.net - Kisah pasangan suami istri Muhammad Abdianoor (30) dan Yuli (29) menjadi bagian menyentuh dari pencarian korban KM Virgo Transport 8. Keduanya ditemukan tim penyelam dalam kondisi berpelukan di dalam badan kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Abdianoor dan Yuli merupakan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya termasuk dalam rombongan keluarga yang berada di KM Virgo Transport 8 saat kapal tersebut mengalami kecelakaan. Setelah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi, pasangan ini kemudian dimakamkan dalam satu liang di Pemakaman Handil Palung, Banjarmasin.
Ditemukan berpelukan di dalam badan kapal
pasutri korban KM Virgo berpelukan
© 2026 TikTok/@@m4yee3
Penemuan Abdianoor dan Yuli bermula ketika tim penyelam melihat bayangan dari balik salah satu kaca badan KM Virgo Transport 8. Kaca tersebut kemudian dipecahkan untuk membuka akses menuju bagian dalam kapal.
Di lokasi itu, penyelam menemukan tiga jenazah. Selain Abdianoor dan Yuli, terdapat Surya (59), yang masih memiliki hubungan keluarga dengan keduanya.
Yang membuat penemuan tersebut begitu membekas bagi keluarga, Abdianoor dan Yuli ditemukan dalam kondisi berpelukan di dalam kapal. Keduanya ditemukan bersama setelah pencarian membawa tim penyelam masuk ke bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8.
Ketiga jenazah kemudian dievakuasi dari kedalaman sekitar 24 meter. Setelah dibawa ke Banjarmasin, proses identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
Muhammad Abdianoor dan Yuli dipastikan sebagai pasutri
pasutri korban KM Virgo berpelukan
© 2026 Istimewa
Hasil identifikasi memastikan jenazah yang ditemukan tersebut adalah Muhammad Abdianoor, Yuli, dan Surya. DVI menyebut Abdianoor berusia 30 tahun dan berasal dari Banjarmasin, sedangkan Yuli berusia 29 tahun dan juga merupakan warga Banjarmasin.
Abdianoor dan Yuli merupakan pasangan suami istri. Sementara Surya, yang berusia 59 tahun, merupakan paman dari pasangan tersebut. Ketiganya masih berada dalam satu rombongan keluarga.
Bagi keluarga, kepastian identitas tersebut sekaligus menjadi jawaban penantian terhadap keberadaan Abdianoor dan Yuli setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.
Setelah jenazah diterima pihak keluarga dan disalatkan, keduanya dimakamkan dalam satu liang di Pemakaman Handil Palung, Banjarmasin.
Kabar tentang Abdianoor masih dikenang keluarga
pasutri korban KM Virgo berpelukan
© 2026 TikTok/@@m4yee3
Salah seorang kerabat, Husnul Khatimah (38), mengungkap kedekatannya dengan Abdianoor. Menurut Husnul, Abdianoor dikenal sebagai sosok yang humoris dan kerap berbagi cerita dengan keluarga.
Komunikasi terakhir dengan Abdianoor berlangsung ketika rombongan masih dalam perjalanan. Saat itu, komunikasi masih berjalan seperti biasa. Tidak ada tanda yang diketahui keluarga bahwa perjalanan tersebut akan berakhir menjadi tragedi.
Kabar bahwa Abdianoor dan Yuli telah ditemukan kemudian membawa perasaan yang bercampur bagi keluarga. Di satu sisi, mereka harus menerima kenyataan kehilangan keduanya. Di sisi lain, keluarga akhirnya mendapat kepastian setelah proses pencarian berlangsung selama beberapa hari.
Lima anggota keluarga lainnya masih dicari
Di tengah kepastian mengenai Abdianoor dan Yuli, keluarga masih menunggu kabar lima anggota keluarga lainnya yang belum ditemukan.
Kelima nama tersebut adalah Mahsan, Ernawati, Nur Aisyah, Rusdiana, dan Nurdiana. Husnul mengatakan keluarga memilih tetap bertahan di Banjarmasin sambil menunggu perkembangan pencarian.
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 sendiri masih berlanjut. Pada 22 September 2026, tim SAR gabungan kembali menemukan tiga jenazah di dalam badan kapal pada hari ke-10 operasi pencarian. Hingga saat itu, Basarnas mencatat 108 orang selamat dan 18 orang meninggal telah ditemukan, sementara 117 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes, dikutip dari Antara.
Perkembangan pencarian kemudian kembali berubah pada 23 September. Basarnas melaporkan sembilan jenazah kembali ditemukan oleh tim penyelam pada hari ke-11 operasi. Karena itu, angka korban dalam operasi SAR terus diperbarui seiring proses evakuasi dan identifikasi.
Pasutri ini tak memiliki ahli waris untuk menerima santunan
pasutri korban KM Virgo berpelukan
© 2026 TikTok/@@m4yee3
Selain kisah penemuan dan pemakaman keduanya, Muhammad Abdianoor dan Yuli juga memiliki kondisi berbeda terkait santunan korban meninggal dunia.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha menjelaskan Abdianoor dan Yuli tidak memiliki ahli waris yang berhak menerima santunan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Keduanya tidak memiliki anak, sedangkan orang tua masing-masing juga menjadi korban KM Virgo yang hingga saat itu belum ditemukan.
Dalam ketentuan tersebut, ahli waris yang berhak menerima santunan mencakup janda atau duda, anak, maupun orang tua. Karena Abdianoor dan Yuli tidak memiliki ahli waris dalam kategori tersebut, santunan tidak diberikan dalam bentuk pembayaran kepada ahli waris.
Untuk korban meninggal atas nama Muhammad Abdianoor dan Yuli sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No 33 Tahun 1964 Juncto PP No 17 Tahun 1964 Pasal 12 tidak memiliki ahli waris," kata Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha di Banjarmasin, Kalsel, Sabtu, dilansir dari Antara, Rabu (23/9/2026).
Sebagai gantinya, keluarga mendapatkan penggantian biaya penguburan sebesar Rp4 juta dari Jasa Raharja serta tambahan bantuan biaya penguburan sebesar Rp2 juta dari Jasaraharja Putera.
Berbeda dengan Abdianoor dan Yuli, ahli waris Surya yang ditemukan bersama keduanya menerima santunan Rp50 juta dari Jasa Raharja ditambah Rp20 juta dari Jasaraharja Putera, sehingga totalnya Rp70 juta, dikutip dari Antara.





