Brilio.net - Siapa sangka, sebuah patung yang awalnya menuai kontroversi dan perbincangan miring di media sosial kini justru menjadi katalisator kemajuan bagi sebuah desa. Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, telah bertransformasi dari sekadar objek viral menjadi ikon kebanggaan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

Penghargaan Desa Berseri dan Konsensus Pelestarian

Keberhasilan Desa Balongjeruk menata lingkungan di sekitar area ikonik tersebut membuahkan hasil manis. Desa ini secara resmi meraih penghargaan Desa Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi ini membuktikan bahwa perhatian publik yang masif mampu dikelola dengan baik oleh pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Balongjeruk, Safii, mengungkapkan bahwa patung tersebut dibangun menggunakan dana pribadi sebesar Rp3,5 juta. Meskipun awalnya ada rencana untuk perbaikan pasca viral, besarnya dukungan publik mengubah keputusan tersebut.

patung macan putih balongjeruk kediri berbagai sumber

foto: TikTok/@kppdesta

“Alhamdulillah masyarakat Desa Balongjeruk menyepakati tidak jadi dibongkar, harus dilestarikan,” ujar Safii dikutip dari TikTok @kppdesta.

Kini, patung yang berlokasi di RT 1, RW 1, Kecamatan Kunjang ini resmi dipertahankan sebagai identitas desa.

Munculnya Kawasan Ekonomi Baru dan CFD Perdana

Viralnya tugu yang dibuat oleh Suwari ini menciptakan efek domino bagi perekonomian warga. Pada Minggu (4/1), Desa Balongjeruk untuk pertama kalinya menyelenggarakan Car Free Day (CFD) di kawasan tugu tersebut. Ratusan warga terpantau memadati lokasi, menjadikan spot tugu sebagai pusat ekonomi baru.

patung macan putih balongjeruk kediri berbagai sumber

foto: TikTok/@shlnrni

Salah satu fenomena unik adalah munculnya lapak jualan baju yang menjual kaus khusus bergambarkan macan putih Balongjeruk. Melansir dari akun TikTok arif.kang.mas.bhabin, seorang pedagang wanita menyatakan bahwa keberadaan patung tersebut sama sekali tidak memalukan.

“Malah membawa berkah,” jawab pedagang tersebut saat ditanya mengenai dampak keberadaan patung yang sempat memicu perdebatan netizen tersebut.

patung macan putih balongjeruk kediri berbagai sumber

foto: TikTok/arif.kang.mas.bhabin

Wisatawan Luar Pulau dan Sosok Pembuat Patung

Daya tarik Macan Putih Balongjeruk ternyata menembus batas wilayah Kediri. Wisatawan tidak hanya datang dari dalam kota, melainkan juga dari luar pulau yang penasaran ingin melihat langsung bentuk patung tersebut.

patung macan putih balongjeruk kediri berbagai sumber

foto: TikTok/@badasfamily

Selain objek fotonya, sosok di balik karya ini juga mendadak populer. Suwari, sang pembuat patung yang mengaku butuh 18 hari merampungkan karyanya ini, kini kerap menjadi incaran wisatawan untuk diajak berfoto bersama. Kehadiran para pelancong ini secara otomatis meningkatkan pendapatan UMKM lokal yang berjualan di sekitar tugu.

5 FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang membuat desain Patung Macan Putih Balongjeruk viral di media sosial?

Desainnya yang dianggap unik dan ekspresif memicu perdebatan netizen antara estetika konvensional dan keunikan lokal, yang justru memicu rasa penasaran orang untuk datang langsung.

2. Bagaimana akses menuju lokasi Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk?

Lokasi tugu berada di RT 1, RW 1, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kediri. Akses dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi melalui rute utama Kecamatan Kunjang yang menghubungkan wilayah Kediri dan Jombang.

3. Apakah ada biaya tiket masuk untuk melihat Patung Macan Putih?

Hingga saat ini, pengunjung tidak dipungut biaya masuk (gratis) untuk berfoto di depan tugu, namun disarankan untuk mendukung ekonomi lokal dengan berbelanja di lapak UMKM sekitar.

4. Apa makna filosofis di balik pemilihan ikon Macan Putih bagi Desa Balongjeruk?

Secara tradisional di wilayah Jawa, Macan Putih sering dianggap sebagai simbol penjaga atau pelindung, yang dalam konteks desa ini diharapkan membawa ketenangan dan keberkahan bagi masyarakat.

5. Selain tugu tersebut, apa potensi wisata lain yang ada di Desa Balongjeruk?

Dengan diraihnya status Desa Berseri, pengunjung kini dapat menikmati lingkungan desa yang asri, bersih, dan sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan berbasis masyarakat.