Brilio.net - Menanam bawang bombay di rumah bisa dilakukan meski tidak memiliki lahan luas. Tanaman ini dapat dibudidayakan menggunakan pot atau polybag dengan media yang gembur, drainase baik, serta paparan sinar matahari yang cukup.

Bawang bombay (Allium cepa) termasuk tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi dan sinar matahari penuh. University of Maryland Extension menyebut tanaman ini membutuhkan setidaknya enam jam cahaya matahari setiap hari. Karena itu, pemilihan media, pola penyiraman, dan varietas perlu diperhatikan sejak awal.

Pilih Umbi yang Sehat Sebelum Ditanam

Bahan tanam menjadi salah satu penentu awal keberhasilan. Umbi yang digunakan sebaiknya masih padat, tidak lembek, tidak berjamur, serta tidak memiliki luka atau tanda serangan hama.

Umbi dapur yang sudah mengeluarkan tunas hijau juga dapat digunakan sebagai bahan tanam karena titik tumbuhnya masih aktif.

Jika menggunakan umbi berukuran besar, bagian atasnya dapat dipotong sedikit untuk membantu merangsang tunas. Setelah dipotong, bagian tersebut perlu dibiarkan beberapa jam sampai permukaannya mengering. Pastikan bagian cakram akar atau basal plate tetap ada karena bagian tersebut diperlukan agar tanaman dapat tumbuh.

Buat Media Tanam yang Gembur dan Tidak Becek

Media tanam bawang bombay perlu cukup subur sekaligus memiliki drainase yang baik. Salah satu campuran yang disebut dalam materi adalah tanah gembur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.

Panduan Johnny's Selected Seeds menyebut bawang membutuhkan tanah subur dengan drainase baik dan pH sekitar 6,2–6,8. Tanah lempung berpasir disebut sesuai untuk membantu perkembangan umbi.

Hindari media yang terlalu padat atau mudah menahan air karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko umbi membusuk.

Cara Menanam Bawang Bombay di Pot atau Polybag

Setelah media dan umbi siap, proses penanaman dapat dilakukan dengan langkah berikut:

1. Pilih wadah berlubang. Gunakan pot atau polybag yang memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar.
2. Masukkan media tanam. Isi wadah sekitar tiga perempat bagian dengan media yang sudah disiapkan.
3. Buat lubang dangkal. Buat lubang tanam sekitar 3–5 cm.
4. Letakkan umbi dengan posisi tepat. Bagian akar atau cakram akar berada di bawah, sedangkan tunas menghadap ke atas.
5. Atur jarak. Jika menanam lebih dari satu umbi, beri jarak sekitar 10–15 cm agar tanaman tidak terlalu berhimpitan.
6. Siram secukupnya. Setelah ditanam, siram media lalu letakkan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh.

Rawat dengan Penyiraman dan Pemupukan yang Teratur

Bawang memiliki akar yang relatif dangkal sehingga kelembapan media perlu dijaga. Materi yang mengutip EOSDA menyebut kebutuhan air bawang sekitar 25 mm atau 1 inci per minggu, terutama pada fase pertumbuhan sebelum pembentukan umbi. Terlalu banyak air dapat memicu pembusukan, sedangkan penyiraman yang tidak teratur dapat membuat umbi mudah pecah.

Pemupukan juga perlu diperhatikan. Bawang membutuhkan nutrisi cukup tinggi, tetapi pemberian nitrogen secara berlebihan menjelang akhir pertumbuhan dapat menghambat pembentukan umbi.

Gulma sebaiknya dicabut secara rutin karena akar bawang yang dangkal harus bersaing dengan tanaman lain dalam mendapatkan air dan nutrisi. Mulsa organik seperti jerami juga dapat digunakan untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma.

Perhatikan Hama dan Tanda Bawang Siap Dipanen

Beberapa gangguan yang perlu diwaspadai antara lain thrips, lalat bawang, serta sejumlah penyakit jamur. Menjaga sirkulasi udara, memberikan jarak tanam yang cukup, dan membersihkan sisa tanaman dapat membantu mengurangi risiko gangguan tersebut.

Bawang dapat mulai dipanen ketika bagian atas tanaman menguning dan rebah. Saat mencabutnya, tanah di sekitar umbi sebaiknya digemburkan terlebih dahulu agar umbi lebih mudah diangkat dan tidak rusak.

Setelah dipanen, bawang perlu melalui proses curing. Umbi dikeringkan di tempat teduh dengan ventilasi baik selama satu hingga dua minggu sampai bagian leher dan kulitnya kering. Setelah itu, daun dipotong dengan menyisakan sekitar 2,5 cm dan bawang disimpan di tempat sejuk, kering, serta gelap.

Jangan Asal Pilih Varietas Bawang Bombay

Satu hal yang cukup penting dalam budidaya bawang bombay adalah menyesuaikan varietas dengan kondisi tempat tumbuh. Tanaman ini membentuk umbi berdasarkan lama penyinaran atau panjang hari.

Materi yang mengutip Gardening Know How menjelaskan bahwa varietas short-day mulai membentuk umbi ketika panjang siang sekitar 10–12 jam. Untuk wilayah dengan kondisi berbeda, kebutuhan varietasnya juga dapat berbeda.

Selain varietas, intensitas cahaya, kondisi tanah, penyiraman, jarak tanam, pengendalian gulma, dan suhu juga ikut memengaruhi pembentukan umbi. Dalam materi tersebut disebutkan bahwa bawang tumbuh paling baik dalam kondisi sejuk sehingga budidayanya di Indonesia cenderung lebih berhasil di dataran tinggi.